header
Publication

Supreme Energy Hadirkan update progress PLTP Muara Laboh Unit 2

Aug, 21 2026
By: Kompasiana
In: Media Coverage
header

Supreme Energy Hadirkan update progress PLTP Muara Laboh Unit 2 Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026

 

JAKARTA, – Langkah besar dalam transisi energi nasional kembali terlihat. PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML)  menunjukan progress pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Unit 2 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Setelah unit pertama berkapasitas 86 MW yang beroperasi komersial pada 2019, kini unit kedua dengan kapasitas 80 MW tengah memasuki tahap konstruksi. Nilai investasi proyek unit 2 ini mencapai 490 juta Dolar AS atau sekitar Rp 7,6 triliun.

 

Proyek ini menjadi salah satu pilar utama mewujudkan visi Sumatera Barat sebagai Green Province pada 2026. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir dalam ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8), menegaskan bahwa pengembangan panas bumi adalah agenda prioritas daerah.

 

"Alhamdulillah, kehadiran kita hari ini menandakan keseriusan. Kita salah satu yang menandatangani kerja sama dengan Pak Menteri terkait pemanfaatan panas bumi. Ini langkah nyata mewujudkan Sumbar sebagai provinsi hijau," ujar Mahyeldi tegas.

 

Potensi 1.651 MW, Baru 5% yang Dikelola

 

Mahyeldi mengungkapkan bahwa Sumatera Barat menyimpan potensi panas bumi hingga 1.651 MWe. Namun, pemanfaatan saat ini baru mencapai sekitar 5 persen. Pemerintah provinsi telah memetakan 22 titik panas bumi yang tersebar di 7 kabupaten, membuka peluang investasi yang masih sangat luas.

 

"Kita fokus dengan geothermal dan itu sudah kita kemas dengan konsep Green Province. Ke depan, energi bersih yang kita kembangkan mencakup air, surya, dan juga air panas permukaan laut, terutama untuk Mentawai," jelasnya.

 

Dampak Ekonomi dan Lingkungan yang Signifikan

 

Proyek PLTP Muara Laboh Unit 2 tidak hanya tentang listrik. Dengan dukungan pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Asian Development Bank (ADB), dan sejumlah lembaga keuangan internasional lainnya, proyek ini mencakup pengeboran 6–8 sumur produksi dan injeksi.

 

Target COD Unit 2 adalah akhir 2027, dengan kapasitas listrik yang mampu menyuplai sekitar 435 ribu rumah tangga di wilayah Sumatera.

 

President & CEO Supreme Energy, Nisriyanto, menyebutkan bahwa proyek ini akan menyerap lebih dari 1.500 tenaga kerja lokal pada fase konstruksi serta memberikan kontribusi royalti dan bonus produksi bagi pembangunan daerah.

 

Dari sisi lingkungan, PLTP Muara Laboh Unit 2 diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 460 ribu ton CO₂ per tahun, sebuah kontribusi nyata bagi target Net Zero Emission 2060.

 

Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat dan Daerah

 

Site Relations Coordinator PT Supreme Energy Muaralaboh, Guntur Hadiansah, menyatakan bahwa keberlanjutan proyek ini sangat bergantung pada dukungan regulasi dan kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah.  Kehadiran Gubernur Sumbar di IIGCE 2026 dinilai sebagai sinyal positif yang akan menarik minat investor lain.

 

News Link:

https://www.kompasiana.com/henrihenri1428/6a8778f834777c7ce9027eb2/supreme-energy-hadirkan-update-progress-pltp-muara-laboh-unit-2#goog_rewarded