PT Supreme Energy Rajabasa (SERB), perusahaan patungan antara Supreme Energy, Sumitomo Corporation, dan INPEX Corporation, mengelola Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Rajabasa yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan, Sumatra. Wilayah konsesi ini mencakup sekitar 19.250 hektare dan diperkirakan memiliki potensi pengembangan hingga sebesar 2 x 110 MW.
Proyek panas bumi Gunung Rajabasa telah termasuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029, yang mencerminkan peran strategisnya dalam mendukung transisi energi nasional serta peningkatan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.
Saat ini, proyek berada pada tahap eksplorasi, dengan kegiatan yang berfokus pada studi teknis, proses perizinan, serta pengaturan komersial yang diperlukan untuk mendukung pengembangan ke depan. Sejak penetapan wilayah kerja pada tahun 2009 dan penerbitan izin panas bumi pada tahun 2015, proyek ini telah melalui berbagai tahapan regulasi dan persiapan sesuai dengan kebijakan nasional dan praktik industri yang berlaku.
SERB terus mendorong penyelesaian proses perizinan utama serta evaluasi teknis untuk memperkuat kesiapan proyek. Secara paralel, pembahasan terkait Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero) masih berlangsung sebagai bagian dari tahapan pengembangan proyek. Perusahaan juga secara aktif menjalin koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait guna memastikan keselarasan dengan ketentuan regulasi, aspek sosial kemasyarakatan, serta standar lingkungan.
Untuk mendukung implementasi di masa mendatang, SERB telah melaksanakan berbagai studi lanjutan guna menyempurnakan konsep pengembangan serta mengidentifikasi pendekatan yang paling efisien dan bertanggung jawab. Upaya ini diharapkan dapat memberikan landasan yang lebih kuat bagi pengambilan keputusan investasi serta keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Seiring dengan perkembangan ke depan, SERB tetap berfokus pada penyelesaian proses PJBTL yang ditargetkan pada tahun 2026, sekaligus terus meningkatkan kesiapan dari sisi teknis, perizinan, dan pemangku kepentingan. Dengan berbagai upaya tersebut, proyek Gunung Rajabasa diharapkan dapat berlanjut ke tahap pengembangan dan berkontribusi dalam mendukung penyediaan energi panas bumi yang bersih dan andal di Indonesia.