Di Muara Laboh, Supreme Energy Akan Bor 13 Sumur Lagi

Posted on: April 4th, 2017 by Relation Staff

 

Bukittinggi, Petrominer –– PT Supreme Energy Muara Laboh akan melakukan pemboran 13 sumur baru di Wilayah Kerja Panasbumi Liki Pinangawan Muaralaboh. Ini bagian dari kegiatan pengembangan tahap pertama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Muara Laboh di Solok Selatan, Sumatera Barat.

 

Anak usaha PT Supreme Energy ini akan membangun Unit 1 PLTP Muara Laboh, dengan kapasitas 80 megawatt (MW). Di wilayah kerja ini, Supreme Energy akan mengembangkan potensi panasbumi menjadi energi listrik hingga 220 MW.

“Untuk pengembangan tahap I, kami akan membor 13 sumur baru, yang terdiri dari 8 sumur produksi, 3 sumur injeksi dan 2 sumur cadangan. Pemboran akan dilakukan secara simultan dengan 2 rig,” ujar Direktur Utama Supreme Energy, Supramu Santosa, dalam acara Media Gathering, Selasa (4/4).

Supramu menjelaskan, program pemboran ini yang dilakukan oleh PT Plumpang Raya Anugrah (RPA) akan dimulai akhir Mei 2017. Kegiatan tersebut diharapkan bisa selesai dalam 12-13 bulan.

“Mobilisasi rig pemboran sudah dimulai. Rig pertama (2.000 HP) dari Jakarta, dan rig kedua (1.700 HP) dari lokasi panasbumi Sarulla di Sumatera Utara,” paparnya.

Sebelumnya, pada tahap eksplorasi, Supreme Energy telah membor 6 sumur. Semua sumur tersebut bisa digunakan untuk kegiatan pengembangan, kecuali sumur C.

Lebih lanjut, Supramu menjelaskan bahwa tahap pengembangan ini dilakukan setelah Supreme Energy mendapatkan pinjaman senilai US$ 440 juta dari sebuah konsorsium lembaga keuangan pembangunan. Perjanjian pinjaman itu ditandatangani 26 Januari 2017 lalu oleh Supreme Energy Muara Laboh dengan konsorsium tersebut.

Konsorsium itu terdiri dari Japan Bank for International Cooperation, Asian Development Bank (ADB) dengan dana dari Leading Asia’s Private Sector Infrastructure Fund yang diinisiasi oleh ADB, Japan International Cooperation Agency (JICA), serta bank komersial yang terdiri dari Mizuho Bank, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation dengan jaminan dari Nippon Export and Investment Insurance.

Untuk kontraktor Engineering Procurement Construction (EPC), Supreme Energy telah menunjuk konsorsium Sumitomo Corporation dan Rekayasa Industri, dengan peralatan utama yaitu turbin dan generator yang disuplai oleh Fuji Electric.

“Proyek ini diharapkan akan selesai pada pertengahan tahun 2019,” ujarnya.