Writing Competition Announcement

Posted on: November 21st, 2013 by Relation Staff

Pilihan 1 Pilihan 2 Pilihan 3

Writing Competition Announcement

After media gathering that was held in Bukit Tinggi on September 4th 2013, SEML held a writing contest for South Solok Journalist and through the judging process we announce that the winner are:

1st Winner : Media Antara : Geothermal Ibarat Menyulap Neraka Menjadi Surga – Erik Ifansya Akbar

2nd Winner :  Media Haluan :  Pengusahaan Panas Bumi Untuk Solok Selatan Yang Lebih Baik – Cetak Sejarah Menuju Kabupaten Sejahtera written by Icol Dianto

Congratulations for the winner !   Herewith the winner’s articles :

 

 

Sumur ML-A1 oleh Supreme Energy yang berkapasitas sekitar 20-25 megawatt.

Geothermal Ibarat Menyulap Neraka Menjadi Surga”

Oleh: Erik Ifansya Akbar

“Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau Geothermal Ibarat menyulap neraka menjadi surga”, kata Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman.

Proyek geothermal merupakan energi terbarukan dimana sumber energinya berasal dari dalam perut bumi yang sudah terbentuk secara alami.

pengelolaan geothermal membutuhkan investasi yang tidak sedikit dan dalam pengelolaannya dibutuhkan tangan profesional serta teknologi yang mendukung.

Menurut Abdul Rahman, pengelolaan geothermal secara baik dan profesional akan menjadikan potensi sumberaya alam yang sudah ada secara alami didalam perut bumi akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat terutama yang berada disekitarnya.

“Potensi geothermal ini sudah ada dan terpendam bertahun-tahun di dalam bumi dan untuk pengelolaannya tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat sekitar karena membutuhkan biaya yang sangat besar serta teknologi yang mendukung sehingga bermanfaat dan bisa mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itulah kata dia, sumber panas dari dlam perut bumi yang bagaikan neraka yang salama ini tidak berguna bagi masyarakat tetapi ditangan profesional dan didukung investasi yang memadai seperti menyulap neraka menjadi surga.

Di Kabupaten Solok Selatan juga terdapat potensi panas bumi dengan wilayah kerja pertambangannya Liki-Pinang Awan dan sudah di lakukan eksplorasi oleh PT Supreme Energy Muaralabuh yang bekerjasama dengan perusahaan dari Jepang Sumitomo dan Perancis GDF Zues.

Dalam eksplorasi yang dilakukan oleh PT Supreme Energy Muaralabuh sumur ML A1 sudah menunjukkan hasil yang positif dengan potensi sekitar 20-25 megawatt.

sedangkan untuk sumur eksplorasi PT Supreme Energy Muaralabuh melakukan pengeboran di enam titik sebagai pertimbangan untuk menuju sumur produksi.

Setelah data dari sumur eksplorasi di dapat maka akan berlanjut pada sumur produksi dengan target listrik yang bisa dihasilkan 2×110 megawatt.

Fiel Representative Supreme Energy Muaralabuh Bujang Joan Datuak Panyalai mengatakan, jika data dari sumur eksplorasi selesai diolah maka akan dilanjutkan dengan sumur eksplorasi.

“Geothermal di Solok Selatan akan mulai berproduksi pada 2016 dengan kapasitas listrik yang dihasilkan 2×110 megawatt,” katanya.

Bantuan Masyarakat

dengan investasi yang besar di bidang geothermal bukan hanya menghasilkan listrik dengan kapasitas yang luar biasa tetapi juga akan berdampak pada kesejhteraan masyarakat sekitar melalui bantuan ataupun CSR.

Ketika PT Supreme Energy Muaralabuh belum berproduksi berbagai bantuan sudah diberikan pada masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian mereka.

“Saat kita masih melakukan eksplorasi dan semuanya hanya mengeluarkkan uang dan belum ada yang menghasilkan kita sudah memberikan bantuan kepada masyarkat sekitar supaya perekonomian masyarakat juga meningkt dan ini sudah menjadi komitmen perusahaan,” kata Bujang Joan.

Bantuan yang sudah diberikan pada masyarakat saat perusahaan belum berproduksi jumlahnya juga tidak sedikit seperti Peltihan bordir bagi 20 orang serta memodali peralatannya dan membantu pemasarannya, pembangunan pasar tradisional dengan biaya Rp500 juta, pengerasan jalan kampung baru Rp200 juta, renofasi masjid bersejarah PDRI Rp50 juta.

Selain itu juga membantu Pemerintah Kabupaten dengan membangun gerbang selamat datang denan biaya Rp1 miliar.

“Bantuan ini akan jauh meningkat ketika perusahaan sudah mulai berproduksi melalui CSR dan ini sudah menjadi kewajiban perusahaan,” jelasnya.

Menurut dia, peningkatan perekonomian warga sekitar juga merupakan tanggungjawab dari perusahaan karena salah satu tujuan investasi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ramah Lingkungan

Pengelolaan geothermal merupakan salah satu energy terbrukan yang didukung oleh dunia Internasioanal karena ramah lingkungan.

Untuk mempertahankan geothermal itu supaya bisa bertahan lama maka faktor lingkungan sangat mempengaruhi. karena geothermal membutuhkan resapan air yang mencukupi untuk menghasilakan uap yang dibutuhkan untuk memutar turbin sebagai penghasil listrik.

oleh karena itu kelestarian lingkungan sangat mempengaruhi besaran energy yang dihasilkan serta kelansungan dari geothermal itu sendiri.

“Kita sangat membutuhkan lingkungan yang lestari untuk mendapatkan potensi energy yang memadai serta demi kelansungan geothermal itu sendiri untuk waktu yang lama,” kata bujang joan.

Sedangkan untuk pengelolaan libah dari geothermal itu sendiri dikelalola dengan profesional sehingga tidak mengganggu masyarakat.

Manager SHE PT SEML Arif Taruna Prawira mengatakan, ketika melakukan pengeboran sumur eksplorasi limbah yang dihasilkan yaitu berupa serpihan besi. satu sumur eksplorasi bisa menghasilkan sekitar 150 ton serpihan besi.

untuk pengelolaan limbahnya dilakukan secara profesional dengan perusahaan serta angkutannya harus resmi dan berizin yang terdaftar di pemerintah.

“Untuk limbah serpihan besi dikirim ke PT Semen Padang sebagai bahan campuran dan itu dilakukan secara gratis tetapi Supreme Energy harus membayar ke Semen Padang,” kata Arif.

Pengeloaan limbah dari sisa pengeboran ini hanya bisa dikirim ke Semen padang karena hanya itu satu-satunya di Sumbar yang memiliki izin.

Selin itu kata arif, limbah yang dihasilkan yaitu air panas yang keluar dari dalam bumi. air panas ini tidak bisa dikonsumsi masyarakat dan perusahaan akan mengembalikannya kedalam bumi melalui sumur injeksi setelah dilakukan pendinginan.

Sedangkan limbah rumah tangga dari karyawan dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara milik pemerintah daerah yang pembangunannya juga dibantu oleh Supreme Energy.

Dukungan Pemerintah

Pembangunan Geothermal dengan nilai investasi mencapai Rp7 Triliun juga didukung penuh oleh pemerintah daerah setempat. Salah satu contohnya saat membantu menyelesaikan konflik antara perusahaan dengan masyarakat.

Pemerintah daerah Solok Selatan tidak hanya tinggal diam dalam menyelesaikan aksi protes yang dilakukan masyarakat terhadap perusahaan. bahkan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria dan Wakilnya Abdul Rahman turun lansung dalam mencarikan solusi antara perusahaan dan masyarakat.

Bahkan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Setdakab Solok Selatan Epli Rahmat berani mengatakan jika geothermal sampai gagal maka itu juga kegagalan Solok Selatan dan dosa kita semua.

Oleh karena itu imbuhnya, masyrakat dan pemerintah daerah mendukung sepenuhnya pembangunan geothermal di Solok Selatan karena ini akan memberikan dampak positif bagi daerah maupun warganya.

“Jika geothermal sampai gagal maka ini juga dosa kita semua karena ini merupakan pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat Sumatera Barat secara umum,” kata dia.

 

 

PENGUSAHAAN PANAS BUMI UNTUK SOLOK SELATAN YANG LEBIH BAIK

CETAK SEJARAH MENUJU KABUPATEN SEJAHTERA

OLEH: Icol Dianto, Harian Haluan

Luar biasa, itulah ungkapan yang mesti diucapkan kepada pihak manajemen perusahaan yang mengelolah energi panas bumi di Pekonina Kabupaten Solok Selatan. Karena, nilai investasi yang tinggi dibarengi dengan program-program perusahaan yang dekat dengan masyarakat serta membuka kesempatan kerja bagi putra-putri daerah.

Kesuksesan well testing sumur eksplorasi panas bumi pertama di Kabupaten Solok Selatan pada Desember 2012 lalu, tarcatat sebagai sejarah baru pengusahaan energi panas bumi di negeri ini sejak undang-undang tentang panas bumi ditetapkan pada 2003 silam.

Kesuksesan itu menjadi kebangkitan pengembangan energi baru dan terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil serta mengantisipasi cadangan sumber daya alam yang semakin menipis.

Krisis energi dunia, terutama di Negara Indonesia sudah sangat dirasakan. Menipisnya cadangan energi ini sangat dirasakan ketika PLN kekurangan pasokan energi dari pembangkitnya. Tidak sampai di situ, bahkan Bahan Bakar Minyak (BBM) pun sangat sulit didapatkan warga.

Ketika negeri ini gelap-gelapan akibat keterputusan energi, padahal cadangan energi lain tersimpan banyak di bawah lapisan bumi pertiwi ini. Maka, harapan tertuju pada kesuksesan eksplorasi energi panas bumi sebagai energi baru dan terbarukan.

Dari beberapa daerah prospek panas bumi yang jumlahnya mencapai 256 prospek, yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Nusatenggara, Irian, Maluku, Kalimantan dan Sumatera. Untuk prospek di Pulau Sumatera, ada sebanyak 84 prospek. Karunia besar, Kabupaten Solok Selatan termasuk salah satu daerah prospek yang diprediksi menyimpan kapasitas listrik 2×110 megawatt.

Tentu saja karunia ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat. Karena kehadiran proyek besar pasti membawa dampak yang besar bagi perekonomian masyarakatnya. Dilihat dari segi pemenuhan kebutuhan energi listrik, Kabupaten Solok Selatan membutuhkan energi listrik sebesar 7 megawatt.

Akan tetapi, kebutuhan energi tersebut tidak terpenuhi maksimal. Tegangan rendah seringkali membuat listrik sering padam sehingga aktivitas masyarakat yang bergantung pada energi listrik terganggu. Tidak dipungkiri pula, kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Betapa banyak keluhan masyarakat tentang alat elektronik yang rusak, bola lampu putus, korsleting, dan industri tidak maksimal berproduksi.

Data kelistrikan pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Solok Selatan mencatat 3172 unit rumah belum dialiri listrik. Tiga ribuan rumah warga yang belum dialiri listrik tersebut terdapat di enam kecamatan terdiri dari 40 jorong pada 17 kenagarian.

Saat ini, ada beberapa pembangkit listrik yang menyuplai kebutuhan listrik masyarakat, yaitu Pusat Listrik Negara (PLN), Pusat Listrik Tenaga Mikro (PLTM), Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan Pusat Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Sebanyak 1711 rumah yang dialiri PLN, 22 unit PLTMH mengaliri 834 rumah, PLTM mengaliri 14 rumah, 158 dialiri PLTD, dan 242 rumah dialiri PLTS.

Harapannya tentu saja dengan suksesnya proyek energi listrik panas bumi tersebut, semua kebutuhan listrik di bumi sarantau sasurambi itu dapat diatasi. Jika pasokan listrik yang melebihi dari kebutuhan rumah tangga, tentu dapat mendorong berkembangnya industri-industri kecil di kabupaten ini. Lagi-lagi, dampak ekonomi yang didapatkan masyarakat.

Manfaat lain keberadaan proyek panas bumi, bila dilihat dari pemanfaatan lingkungan, proyek panas bumi sangat membutuhkan kestabilan cadangan air. Karena itu, di areal perusahaan sudah digalakan penanaman dan penghijauan. Tanam perdana dilakukan oleh Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini (mantan), Bupati Solok Selatan H Muzni Zakaria, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan CEO dan President Direktur PT Supreme Energy Supramu Santosa.

Air yang diambil di lapisan bebatuan keras bumi (air bawah permukaan/reservoir) tersebut merupakan air yang tidak terpakai untuk kebutuhan hidup manusia. Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia disebut air permukaan. Di samping tidak memakai air permukaan, sisa air (fluida-red) ditembakan kembali ke sumbernya melalui sumur injeksi. Proses ini bisa berulang-ulang sehingga proyek panas bumi tahan lama dan terbarukan (berkelanjutan). Inilah pula alasan mengapa pengusahaan energi panas bumi termasuk proyek yang ramah lingkungan dan go green.

Selain melakukan penghijauan, pihak perusahaan juga berkomitmen membantu pemerintah untuk mencegah pembalakan hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Berkat kerja sama security perusahaan, aparat kepolisian berhasil mengamankan kayu balok dan chinsaw di sekitar lokasi. Satu bukti lagi untuk proyek panas bumi ramah lingkungan adalah untuk limbah sisa pemboran saja dihantar ke PT Semen Padang dengan mengeluarkan biaya. Sedangkan komposisi gas yang keluar bersama uap panas, berpeluang sangat kecil sebagai gas yang beracun.

Dilihat dari dampak pengembangan ekonomi, pihak perusahaan sudah menyalurkan bantuan berupa program corporate social responbility partisipative. Paling tidak, dana tersebut mencapai dua miliar lebih telah direalisasikan pada tahun lalu (2012).

Program CSR tersebut merupakan kebijakan perusahaan yang bertujuan memberikan manfaat operasi perusahaan terhadap semua pelaku kepentingan secara proporsional, menciptakan suasana yang kondusif serta membangun hubungan yang baik, serta membantu penyediaan infrastruktur sosial dan pelestarian budaya.

Pada program pemberdayaan perekonomian masyarakat sekitar, pihak perusahaan telah menyelenggarakan pelatihan bordir. Pada pelatihan tahun pertama, berhasil dibina sebanyak 16 orang dari 20 orang peserta. Rencana perusahaan, tetap melanjutkan pengembangan usaha bordir sampai masyarakat yang sudah dibina mampu produksi secara mandiri.

Tidak hanya kegiatan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan perusahaan, tetapi juga membantu pembangunan fasilitas sosial seperti pembangunan pasar, fasilitas keagamaan berupa revonasi pembangunan masjid, dan membantu sarana dan prasarana pendidikan seperti membantu pengadaan komputer sekolah, drum band, dan beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi, serta melakukan kegiatan sunatan massal di bidang kesehatan. Menjadi catatan bagi pemerintah daerah setempat bahwa PT Supreme Energi Muara Labuh terdepan untuk berpartisipasi dan mendukung kegiatan sosial di tingkat nagari dan kabupaten.

Partisipasi perusahaan bukan untuk mengelabuhi pemerintah dan masyarakat tetapi memang niat baik pihak investor. Proyek pengusahaan energi panas bumi yang nilai investasinya mencapai Rp6 miliar lebih itu tidak ingin menyalahi peraturan perundang-undangan. Apalagi tekad pendiri perusahaan yang menginginkan berbaur dengan masyarakat lokal, yaitu PT Supreme Energy ingin menjadi bagian dari masyarakat Solok Selatan.

Bila kita lihat lebih jauh, program-program yang dikucurkan sangat prioritas dan kebutuhan masyarakat umum. Misalkan program relokasi dan pembangunan pasar tradisional di Kampuang Baru Pekonina. Kebutuhan orang banyak berada di pasar. Kita lihat pula program bordir yang rencananya pihak perusahaan terus membina sampai produksi dan mandiri. Sedangkan pemasaran (pasar) dibantu pihak perusahaan untuk memamerkan pada iven-iven pameran nasional. Tentunya, jika usaha bordir tersebut sudah menjadi industri rumah tangga atau industri mini, maka terjadi perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Demikian juga dengan bantuan komputer bagi sekolah-sekolah yang dianggap unggul di kabupaten ini. Dengan adanya bantuan komputer tersebut, tentunya sekolah yang dianggap unggul tadi lebih banyak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Harapannya, sekolah di wilayah kerja pengusahaan energi panas bumi itu bisa bersaing dengan sekolah di daerah lain.

Ditambah lagi, perusahaan panas bumi yang diperkirakan berkapasitas 2×110 megawatt tersebut tidak hanya berbuat untuk masyarakat sekitar perusahaan. Akan tetapi, seluruh jorong dan kenagarian pada akhirnya akan dapat merasakan kesejahteraan melalui program-program CSR perusahaan. Seperti yang telah diperbuat ketika Nagari Pakan Rabaa dilanda galodo. Atau, sebutlah bantuan Tim Safari Ramadhan Perusahaan (TSRP) yang mengunjungi masjid-masjid yang tersebar sejak Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh sampai Kecamatan Sangir Jujuan.

Program CSR untuk 2013, di sektor pemberdayaan ekonomi ada pengembangan usaha bordir, keuangan mikro, dan pengembangan perkebunan jeruk. Pada sektor pendidikan dan beasiswa, akan menyalurkan beasiswa, membantu drum band, dan komputer. Pada sektor pembangunan infrastruktur berupa rehab jalan Kampung Baru, pengadaan lampu jalan, dan pembangunan pos ronda. Serta, untuk peningkatan kemitraan melalui tim safari, kegiatan hari raya ‘id, dan membantu renovasi masjid bersejarah Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Abai.

Niat baik yang dilakukan oleh perusahaan bukan berarti tidak mendapat perlawanan oleh masyarakat setempat. Proyek dengan nilai investasi terbesar di Kabupaten Solok Selatan itu pernah didemo oleh forum anak nagari. Namun, perusahaan mampu melewati dan menyelesaikan masalah setahap demi setahap. Kelompok yang melakukan penentangan bukan dilawan atau bukan pula dimarginirkan. Malah pihak perusahaan merangkul mereka untuk bersama-sama membenahi perusahaan. Seperti dalam pembahasan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Semua elemen, pemerintah dan masyarakat, diajak untuk melakukan pembahasan untuk menyampaikan kritik dan usul. Benar-benar perusahaan yang bertekad baik dan ingin mencerdaskan anak nagari. Belum pernah terjadi pada perusahaan lain di nagari seribu rumah gadang itu, yang mana pembahasan dokumen perusahaan dilakukan dengan sangat transparan dan terbuka.

Kita mengetahui bahwa PT Supreme Energi Muara Labuh sedang dalam tahapan eksplorasi. Program pengusahaan panas bumi di negeri seribu sungai ini akan ditentukan oleh potensi panas yang dihasilkan oleh sumur eksplorasi yang kelima ML-H1 dan keenam ML-H2. Semur pertama, ML-1, dengan kedalaman sekitar 1900 meter dan membuktikan adanya potensi panas 20 megawatt. Sedangkan empat sumur yang lain, ML-B1, ML-C1, dan ML-E1 tidak ditemukan potensi panas yang memadai. Kita berharap tahapan eksplorasi berhasil hendaknya sehingga potensi panas bumi di daerah ini dapat dimanfaatkan demi mendorong kesejahteraan bagi masyarakat untuk Solok Selatan yang lebih baik.